70% dari lulusan SD di Tangsel tidak bisa masuk SMP Negeri yang kapasitasnya hanya 30%, dari 70% siswa lulusan SD masuk ke SMP swasta dan sebagian orang pindah ke luar Tangsel (DKI Jakarta). Seperti contoh anak tersebut nilainya bagus, tetapi di luar zona, dan tidak bisa masuk ke sekolah Negeri.

 

Untuk memenuhi atau meningkatkan kapasitas sekolah berarti kita harus menambah sekolah membutuhkan biaya yang tidak murah dan waktunya juga tidak sebentar. Dalam kebutuhan jangka pendek, bisa bekerja sama dengan sekolah swasta yang berada di sekitar pemukiman, terutama yang padat penduduk. Tetapi harus dilihat kualitas sekolah swasta terlebih dahulu, sesuai tidak dengan negeri, lebih tinggi lebih bagus perlu di upgrade disiapkan dan dibantu.

 

Arahnya adalah, dari kapasitas 30% negeri kita akan terus tingkatkan sampai 50% – 60% dengan bekerjasama dengan swasta dan juga membangun sekolah jangka menengah dan jangka panjang.

 

Dan saya tidak akan mentolerir tindakan bulying di sekolah, saya akan mengambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah, guru dan juga pelaku.

 

Saya juga akan menjalankan sebuah program bimbingan belajar yang bekerja sama dengan komunitas juga dengan relawan dan juga kampus untuk memberikan bimbingan semacam les dengan biaya sangat terjangkau bahkan gratis terutama di perkampungan padat penduduk. 

 

Difokuskan untuk anak kelas 5 & 6 SD, kelas 8 & 9 SMP dan jika memungkinkan kelas 11 & 12 SMA yang mau masuk kuliah. Dengan demikian masyarakat berpendapatan tinggi dan masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, anak-anaknya memiliki kesempatan yang sama untuk melaju ke pendidikan yang lebih tinggi, mendapatkan kesempatan yang sama untuk tambahan-tambahan ilmu. Pemkot harus memfasilitasi hal tersebut.