Tangsel membayar sekitar 144 Miliar rupiah per tahun untuk membayar PBI (Penerima Bantuan Iuran) atau BPJS kelas III gratis yang dibayar oleh pemda. Untuk diberikan kepada 470.834 orang (sekarang bisa mencapai 500ribu orang). Jika dihitung jumlah orang miskin dan pengangguran hanya 70 ribu. 

 

Melalui chatbot, website dan japri, saya ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk melaporkan sudah mendpatkan BPJS atau tidak. 

 

Apa saja yang membuat mereka harus mendapatkan BPJS kelas III, apakah orang tua tunggal, keluarga yatim piatu, kelompok rentan misalnya Lansia (keluarga senior), pendapatan dibawah UMR. Yang harus didahulukan ialah mereka. Jadi, harus ada penajaman siapa yang berhak mendapatkan BPJS gratis. Jangan sampai orang mampu mendapat BPJS gratis, dan orang yang tidak mampu tidak mendapatkan BPJS gratis.

 

Dengan melaporkan ke saya itu akan menjadikan janji politik saya untuk merealisasikan orang yang melapor untuk mendapatkan BPJS kelas III gratis. Target saya di bidang kesehatan, adalah mempertajam data yang berhak mendapatkan fasilitas dan yang tidak berhak mendapatkan fasilitas tetapi dibayar.

 

Jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Tangsel berdasar Tangsel Dalam Angka 2019, terdapat 17 RS, 11 Rumah Bersalin, 25 Puskesmas,  820 Posyandu, 386 klinik kesehatan. Disisi lain, dalam pemberitaan, disebutkan bahwa saat ini, di Kota Tangsel, sedikitnya ada 28 RS swasta tipe C dan B dan 1 RSUD. Adapun RS yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan saat ini berjumlah 17 RS yang terdiri atas 1 RSUD dan 16 RS swasta. 

Sumber:http://koran-sindo.com/page/news/2019-03-26/5/3/Berobat_ke_RS_Swasta_Gratis_Pakai_KTP_Tangsel 

Maka dari itu perlu dilakukan upgrade fasilitas puskesmas diperlukan untuk:

  1. Melakukan pendataan peralatan dan pelayanan oleh fasilitas kesehatan di kawasan
  2. Membuat perjanjian kerjasama layanan antara Pemkot Tangsel/Dinkes Tangsel dengan fasilitas kesehatan swasta di wilayah Tangsel sesuai dengan kelebihan fasilitas tsb dan kebutuhan layanan yang diperlukan.
  3. Kerjasama dilakukan dengan sistem clustering sehingga setiap daerah atau cluster dapat memiliki fasilitas layanan yang lengkap